Stasiun Lasem

Stasiun Lasem (LS) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak diDorokandang, Lasem, Rembang. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang serta merupakan stasiun kereta api terbesar kedua di Rembang setelah Stasiun Rembang.
 

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Lasem

Banyak yang bilang bahwa pada tahun ini 2020. Stasiun ini akan diaktifkan kembali. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak orang apakah mungkin benar bahwa stasiun ini akan diaktifkan kembali? Jika ya maka bagaimana dengan nasib para warga yang sudah terlanjur mendirikan rumah-rumah mereka di sekitar rel? Pasti nantinya akan banyak pro kontra yang terjadi. 

Mengingat banyaknya sejarah dan pengetahuan yang bisa diperoleh dari stasiun ini maka lebih baik dan lebih bermanfaat bila lokasi ini direnovasi lalu dijadikan sebagai sebuah tempat pembelajaran sejarah atau museum. Selain menjadi tempat bersejarah tempat ini juga dapat dijadikan sebagai tempat edukasi, dan pariwisata. Daripada tempatnya menjadi sia sia dengan digunakan sebagai parkiran truk truk besar lebih baik dijadikan lokasi edukasi. Sehingga tempat ini tidak hilang asal usulnya sebagai tempat bersejarah. Pemerintah dapat mengambil keuntungan dari tempat pariwisata ini. Sedangkan masyarakat sekitar dapat mengambil keuntungan dengan cara berdagang disekitar lokasi pariwisata tersebut. 

Source: https://kesengsemlasem.com/stasiun-lasem-tua-dan-terbengkalai

Tempat ini sangat cantik dan Bagus bukan untuk tempat bersua foto? Cocok sekali untuk kalian yang ingin foto dengan nuansa jadul....

               Review Ereng-ereng
Source: http://herucatur.blogspot.com/2019/12/ereng-ereng.html?m=1

Ereng - ereng merupakan makanan tradisional yang populer pada zamannya,dan sekarang ini jarang ditemui. Ereng - ereng dibuat dari bahan dasar ketela pohon, karena sekarang ini sangat jarang ditemui maka untuk itu saya akan memberdayakannya dengan cara :


1. Memasarkannya atau dipromosikan melalui media sosial dengan tujuan agar masyarakat yang belum mengetahui makanan tersebut dapat tahu.

2. Membuat variasi rasa pada makanan ereng - ereng agar konsumen atau pembeli tidak bosan dengan varian rasa yang itu - itu saja.

3. Menambahkan pewarna makanan yang warnanya cerah seperti menambahkan warna merah, kuning , hijau atau warna lainnya.

4. Selain itu mempromosikan nya dengan cara dijual ke toko pusat oleh-oleh sehingga warga luar atau turis dapat mengenal makanan tersebut sebagai makanan khas dari daerah Rembang. 

5. Memberi pelatihan khusus kepada penerus agar mereka mengerti mengenai cara pembuatan hingga penjualan ereng-ereng dan dapat memberdayakan pakanan khas jaman dulu agar tak hilang dimakan jaman. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Ereng-ereng

Orang tua jadi bahan ejekan?